baik itu besar maupun kecil umumnya mempunyai batik khasnya masing Inilah 5 Perbedaan Batik Tulis dan Batik Print

Hampir seluruh kota di Indonesia, baik itu besar maupun kecil umumnya mempunyai batik khasnya masing-masing. Di kota-kota ini Anda dapat belanja batik mulai itu dari jenis batik cap, print, hingga jenis terbaik, yaitu batik tulis.

Batik tulis memang menjadi jenis batik terbaik, sekaligus juga batik dengan harga termahal dibandingkan jenis batik lainnya. Hal tersebut dikarenakan batik tulis ini dibuat secara manual menggunakan gerakan tangan manusia dengan telaten.

Proses pembuatannya pun juga dapat memakan waktu paling lama dibandingkan jenis batik yang lain.  Dari segi kualitas dan juga estetika, batik tulis juga lebih unggul. Bahkan banyak batik tulis yang hanya mempunyai satu kain setiap satu motifnya. Sebab tiap lukisan dari para pembuat batiknya akan berbeda-beda. Nah pada artikel kali ini kami akan membahas cara membedakan batik tulis dengan batik print, berikut ini adalah cara membedakannya:

1. Batik print mempunyai bau tekstil yang sangat menyengat

Pertama, cobalah untuk mencium bau kainnya. Batik kain print umumnya akan mengeluarkan bau tekstil yang sangat menyengat, sebab berasal dari tinta kimia. Sedangkan untuk batik asli malah akan mengeluarkan bau malam yang tidak menyengat.

2. Tinta batik tulis tembus ke belakang

Batik yang sudah melalui proses pencantingan ataupun pengecapan dengan memakai lilin umumnya akan tembus ke kain dibagian belakangnya. Maka dari itu harus dilihat dari kedua sisi kain (bolak balik). Pada batik yang asli, dibagian depan dan belakangnya mempunyai corak, warna, dan motif yang sama persis. Semua tintanya akan tembus ke bagian belakang. Tetapi jika kain print, maka hanya satu sisi saja yang berwarn, sedang disisi lainnya berwarna putih seperti kain asalnya.

3. Batik palsu justru lebih rapi

Kain print yang diklaim sebagai batik ternyata menghasilkan motif yang lebih rapi dibandingkan dengan batik aslinya, karena dalam pengerjaannya menggunakan mesin. Sedangkan batik buatan tangan baik itu dicap maupun ditulis memang tidak serapi pada batik print, sebab manual memakai gerakan tangan manusia sehingga terlihat seninya.

4. Harganya jauh beda

Ungkapan “harga tidak akan pernah bohong” tampaknya dapat diterapkan ketika membeli batik. Umumnta batik tulis harga perdua meter kainnya yaitu mulai dari Rp.300.000 sampai jutaan, dan batik cap memiliki harga sekitar Rp.150.000. Sedangkan pada kain print yang bermotifkan batik hanya berkisar Rp 50.000 perdua meter persegi.

5. Awas, banyak yang sama

Kekurangan lainnya bila Anda membeli kain print bermotifkan batik yaitu akan menemukan barbagai macam motif yang sama di pasaran. Sebab sekali produksi biasanya akan menghasilkan banyak sekali batik dengan motif yang sama.

Bagikan:

Leave a Comment