Sultan Agung, Raja Sakti yang Mampu Kendalikan Pasukan Gaib

“Turunkan aku ke bawah, Ki Juru Taman,” perintah Sultan Agung tiba-tiba.

“Aku ingin melihat wayang Banten apakah sama dengan wayang Mataram,” begitu titah raja yang agung ini.

Kemudian Sultan Agung diturunkan Ki Juru Taman di pendopo istana itu. Sultan Agung masih tetap duduk di singgasananya. Sementara Juru Taman dengan wujud gaibnya berjaga demi keselamatan sang raja junjungannya.

Mendapati seorang priyayi yang hadir tiba-tiba di tengah pertunjukan wayang, orang-orang yang ada di pendapa itu terkejut dibuatnya. Mereka heran bagaimana cara datangnya priyayi ini. Apalagi kedatangannya disertai bau harum bagai wangi gunung bunga. Dan yang lebih mengherankan lagi, priyayi ini masih duduk di singgasananya dengan segala kebesaran seorang raja.

Serta merta yang hadir menundukkan muka kena pengaruh wibawa dari wajah Sultan Agung yang bersinar bak rembulan. Raja Banten pun datang dengan sikap sangat hormat dan serta merta menyatakan baktinya. Sehingga Sultan Agung menaklukan kerajaan Banten tanpa peperangan.

Karena merasa rajanya akan aman di tempat itu, Juru Taman pergi menemui teman-temannya, bangsa siluman di negeri Banten. Sepeninggal Juru Taman, Sultan Agung berpamitan kepada raja Banten. Segera Sultan Agung turun dari singgasananya dan memangil Juru Taman. Yang dipanggil tentu saja tidak datang, karena memang sudah tidak ada di tempat itu.

Baca: Sultan Agung Penggal Adipati Priangan di Alun-Alun Mataram

Sultan Agung merasa khawatir, meski sudah memutari pendopo itu, Juru Taman tetap ditemukan. Sesudah menemui teman-temannya, Juru Taman segera kembali ke pendopo. Juru Taman terkejut melihat junjungannya tidak berada di tempatnya lagi, kecuali tinggal singgasananya saja.

Dia mengira Sultan Agung telah kembali ke Mataram seorang diri dengan cepat. Segera saja, Juru Taman menyusul rajanya ke Mataram dengan menjunjung singgasana itu. Melihat singgasana Sultan Agung tiba-tiba hilang lenyap dalam sekejap mata, Sultan Banten beserta rakyatnya terkesima.

Seakan tak habis pikir, Sultan Banten dan rakyatnya, merasa heran, bagaimana seorang raja mampu datang secara tiba-tiba dengan singgasananya. dan pulang dengan sekejap pula. Sejak itu Kesultananan Banten menyatakan takluk atas kelebihan dan kesaktian Sultan Agung.

Sebelum wafat Sultan Agung meminta Juru Taman untuk menjaga menjaga Gunung Merapi agar kawula keturunan Mataram terhindar dari ancaman gunung api tersebut.