Dari luas wilayah tersebut , Kerajaan Majapahit dianggap sebagai kerajaan terbesar yang pernah berdiri di Nusantara. Berdirinya Kerajaan diawali dengan serangan yang dilakukan oleh Adipati Kediri saat itu , bernama Jayakatwang terhadap Kerajaan Singasari. Serangan disebabkan karena Singasari menolak pembayaran upeti. Dari penyerangan tersebut , raja terakhir Singasari bernama Kertanegara terbunuh , kemudian menantunya bernama Raden Wijaya berhasil kabur melarikan diri ke wilayah Madura untuk meminta perlindungan kepada Arya Wiraraja.
Baca Juga : Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit dari Dalam dan Luar Negeri
Sejarah Kerajaan Majapahit |
Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit
Berdirinya Kerajaan Majapahit berawal dari pelarian Raden Wijaya ke Madura , ia kemudian diberi sebuah tanah oleh Arya Wiraraja. Tanah pemberian tersebut merupakan hutan bernama hutan tarik. Hutan ini kemudian dikembangkan oleh Raden Wijaya dan akhirnya menjadi sebuah desa dan diberi nama Majapahit. Kenapa Majapahit? karena di dalam hutan terdapat banyak buah “maja” dan rasa buah sangat pahit , itu lah asal-usul nama “Majapahit”. Baca : Analisis Letak Kerajaan Majapahit
Baca Juga :
1. Sejarah Kerajaan Sriwijaya
2. Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Majapahit akhirnya menjalin kerjasama dengan pasukan Mongol. Raden Wijaya beserta prajurit Mongol mengatur strategi untuk menggulingkan kekuasaan Kerajaan Kediri. Perang akhirnya terjadi dan kekuasaan Jayakatwang tumbang ditangan pasukan aliansi tersebut. Kecerdikan Raden Wijaya berlanjut , saat para pasukan mongol sedang berpesta merayakan kemenangan , tiba-tiba diserang oleh pasukan Raden Wijaya yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Pasukan Kerajaan Mongol berhasil dipukul mundur keluar dari Jawa. Dan pada saat itu Bulan Kartika tanggal 15 tahun 1215 saka merupakan awal berdirinya Kerajaan Majapahit atau tepatnya pada tanggal 10 November 1293 , saat Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja yang mendirikan Majapahit.
Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit
Puncak kejayaan kerajaan Majapahit juga terjadi pada saat pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada , pada saat itu Majapahit memiliki wilayah kekuasaan hampir di seluruh wilayah Nusantara sampai ke semenanjung Malaya , bahkan jangkauan ekspedisi armada laut Majapahit mencapai Laut Cina Selatan.
Artikel Menarik: Silsilah Raja Kerajaan Majapahit dan Penjelasannya
Masa Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Kehidupan Ekonomi Kerajaan Majapahit
Perekonomian kerajaan Majapahit terbilang cukup maju dan membuat rakyatnya hidup sejahtera. Kegiatan Ekonomi yang dilakukan meliputi bidang pertanian dan pelayaran. Hasil pertanian seperti Padi , wijen , rempah-rempah , kacang hijau. Kemudian buah-buahan antara lain : pepaya , durian , langsa , kelapa , pisang dan semangka. Agar memperoleh hasil pertanian maksimal , pemerintah Majapahit membangun 2 bendungan bernama bendungan Trailokyapur (digunakan di daerah hilir) dan bendungan Jiwu (untuk persawahan).
Untuk menunjang kehidupan ekonomi , Kerajaan Majapahit memiliki mata uang sendiri sebagai alat transaksi. Mata uang Majapoahi bernama uang Gobog , bentuknya koin , memiliki lubang di tengahnya , terbuat dari campuran timah hitam , perak , timah putih , dan tembaga.
Selain koin , ada juga uang kepeng (berasal dari berbagai dinasti) yang digunakan oleh masyarakat. Menurut catatan seorang pedagang Tiongkok bernama Wang Ta-yuan , komoditas ekspor kerajaan Majapahit pada saat itu meliputi : garam , lada , kain dan burung kakak tua. Kemudian bahan Impor yang didatangkan meliputi : emas , perak ,mutiara ,keramik ,sutra dan barang yang terbuat dari besi.
Peninggalan Kerajaan Majapahit
- Candi Cetho : Letak candi ini berada di Dusun Ceto , Desa Gumeng , Kecamatan Jenawa , Karanganyar-Jawa Tengah. Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini diperkirakan dibangun pada masa akhir keruntuhan Majapahit atau tepatnya abad ke 15 Masehi.
- Candi Jabung : Letaknya di Desa Jabung , Kecamatan Paiton , Probolinggo , Jawa Timur. Candi peninggalan kerajaan majapahit ini diperkirakan dibangun pada tahun 1350.
- Candi Wiring lawang : Terletak di Desa Jati Pasir , Kecamatan Trowulan , Mojokerto ,Jawa Timur. Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini berbentuk gapura dan diperkirakan dibangun pada tahun 14 Masehi , bangunan ini merupakan pintu gerbang kediaman Gajah Mada.
- Candi Tikus : Sama seperti Candi Brahu , Candi Tikus juga terletak di ini terletak di situs arkeologi Trowulan , tepatnya berada di Dukuh Jambu Mente , Desa Bejijong , Kecamatan Trowulan , Mojokerto-Jawa Timur. Candi peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit ini dinamai candi tikus karena pada awal penemuan , bangunan ini menjadi sarang bagi tikus-tikus liar.
Raja-raja Kerajaan Majapahit
- Raja Kertajaya/Raden Wijaya
- Jayanegara
- Tribuwana Tunggadewi
- Hayam Wuruk
- Wikramawardhana
- Suhita
- Kertawijaya
- Rajasa Wardhana
- Purwawisesa
- Brawijaya V
Sumber Referensi :
- Sejarah Nasional Indonesia Jilid 2 , 1993. Marwati D.P dan Nugroho N
- Menuju Puncak Kejayaan : Sejarah Kerajaan Majapahit. Slamet Muljana
- Wikipedia
Leave a Comment