Organisasi Militer dan Semi Militer Bentukan Jepang Beserta Tujuannya

Organisasi Militer Bentukan Jepang dan Organisasi Semi Militer Bentukan Jepang – Perlu anda ketahui , pendudukan atau penjajahan yang dilakukan pemerintah Jepang terhadap Republik Indonesia berlangsung selama kurang lebih 3 tahun , tepatnya dimulai pada tahun 1942 sampai tanggal 17 Agustus 1945 , saat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Jepang berhasil menguasai wilayah Indonesia (Hindia-Belanda) akibat kekalahan Belanda pada pertempuran yang berlangsung di bulan maret tahun 1942.

Strategi Jepang dalam menguasai daerah jajahan memang sangat licik dan jitu , salah satunya pendudukan di Indonesia. Mereka memanfaatkan sumber daya manusia Indonesia yang begitu banyak untuk membentuk beberapa organisasi , bertujuan membantu mereka dalam kepentingan peperangan.

Lalu , apa saja organisasi bentukan Jepang saat itu? Setidaknya ada 3 kategori organisasi yang dibentuk oleh pemerintah Jepang di Indonesia. Pertama , organisasi pemuda , kedua organisasi militer dan ketiga organisasi semi militer.

Baca : Rangkuman Sejarah Penjajahan Jepang Lengkap

Organisasi Bentukan Jepang meliputi Militer dan Semi Militer di Indonesia Lengkap
Organisasi Militer  dan Semi Militer Bentukan Jepang

Khusus organisasi militer bentukan Jepang , mereka yang ikut didalamnya benar-benar mendapat pelatihan militer. Mereka disiapkan sebagai cadangan tentara Jepang apabila diperlukan , khususnya saat terdesak. Beberapa organisasi militer yang berhasil dibentuk antara lain Heiho dan PETA (Pembela Tanah Air).

Berbeda dengan organisasi militer , organisasi semi militer ini tidak khusus dipergunakan untuk kegiatan militer , namun yang menarik yaitu tetap ada pelatihan untuk melindungi diri. Organisasi semi militer bentukan Jepang meliputi Seinendan , Keibodan , Syuisintai , Fujinkai dan Hasbullah.

Organisasi Pemuda

Pemuda merupakan golongan pertama yang mendapat perhatian dari Jepang , sebab pemuda memiliki sifat giat , penuh semangat dan masih diliputi Idealisme. Jepang beranggapan , mereka belum dipengaruhi oleh alam pikir barat. Dengan demikian , propaganda Jepang dapat dengan mudah ditanamkan kepada Pemuda.

Contohnya propaganda yang dilakukan Jepang adalah waktu pembentukan Organisasi Gerakan Tiga A seperti yang dikemukakan oleh ketuanya , Mr , Samsuddin , yang antara lain menyatakan bahwa orang Barat telah berabad-abad lamanya menjajah Asia , sehingga rakyat hidup menderita. Berkat Jepang lah penjajahan ini dapat dihapuskan , sebab Jepang adalah “Cahaya Asia , Pemimpin Asia , Pelindung Asia”.

Sejarah Gerakan Pemuda
Propaganda semacam ini diduga akan mudah ditangkap dan dimengerti oleh kaum muda. Apalagi Jepang sering mengemukakan bahwa sebagai orang Asia , mereka senasib dengan orang-orang Asia lain yang dianggap saudara mudanya. Dengan propaganda tersebut , awalnya pemuda merasa tidak ada perbedaan antara orang Indonesia dan orang Jepang.