Dampak Perang Dunia 1 Bagi Indonesia Berbagai Bidang Lengkap

Dampak Perang Dunia 1 Bagi IndonesiaPerang Dunia 1 merupakan sebuah peperangan yang berlangsung di Eropa selama hampir 4 tahun. Perang ini membawa dampak yang sangat luas bahkan sampai ke penjuru dunia. Dampak perang dunia 1 mencakup bidang politik , ekonomi dan sosial. Dampak perang ini ternyata sampai ke Indonesia atau wilayah yang merupakan jajahan pemerintah Belanda. Pembahasan kali ini , kita akan sama-sama menganalisa mengenai dampak Perang Dunia 1 bagi Indonesia. Berikut ini penjelasannya..

Dampak perang dunia I bagi Indonesia mencakup beberapa aspek kehidupan , meliputi bidang politik Indonesia , bidang ekonomi , dan dampak bidang sosial. Dampak perang dunia pertama bisa sampai ke Indonesia karena saat itu wilayah NKRI dikuasai atau bisa juga disebut dijajah oleh pemerintah Belanda. Belanda melakukan eksploitasi sumber daya alam Indonesia untuk diperjualbelikan di pasar Eropa.

Dampak Perang Dunia 1 Bagi Indonesia Lengkap
Dampak Perang Dunia 1 Bagi Indonesia

Baca: Kronologi Jalannya Perang Dunia 1

Dampak Perang Dunia 1 Bagi Indonesia

PD 1 dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai dengan 11 November 1918 , kurang lebih berlangsung selama 4 tahun 3 bulan. Perang dahsyat pertama di dunia ini disebabkan karena pembunuhan putra mahkota negara Austria-Hungaria. Pembunuhan tersebut berlangsung pada tanggal 28 Juni 1914 , tokoh pelakunya merupakan kelompok radikal yang berasal dari Bosnia-Serbia. Akibat pembunuhan tersebut kedua negara saling serang , kemudian menyebar ke seluruh dunia. Baca: Latar Belakang Perang Dunia 1

Indonesia pada saat itu merupakan daerah jajahan salah satu negara Eropa , yaitu Belanda. Maka dari itu secara tidak langsung perang dunia pertama ini memiliki dampak sampai ke Indonesia walaupun tidak ada kontak fisik secara langsung. Berikut ini dampak perang dunia 1 Bagi Indonesia dalam bidang politik , sosial dan ekonomi.

Selengkapnya: Dampak Perang Dingin Bagi Indonesia

Dampak Perang Dunia 1 Bidang Politik di Indonesia

Dampak politik di Indonesia setelah terjadinya perang Dunia 1 menyebabkan pergerakan politik menjadi semakin kuat. Hal ini dapat dilihat dari sebelum terjadinya perang , organisasi seperti Sarekat Islam dan Budi Utomo pada umumnya memiliki sifat yang lunak atau patuh terhadap pemerintah Hindia Belanda. Kemudian pasca PD I tumbuh sikap radikal , salah satunya dari Organisasi Budi Utomo yang memunculkan isu penting mengenai pertahanan sendiri dan menjadi penyokong wajib militer bagi pribumi.

Dampak bidang politik bagi Indonesia selanjutnya yaitu meningkatnya tuntutan politik serta berkembangnya mobilitas politik yang berlangsung di masyarakat. Disamping perkembangan politik ini , muncul aktivitas di bidang lainnya seperti ekonomi sosial dan budaya. Aktivitas ini ditandai dengan berdirinya koperasi , kursus-kursus kesenian dan pendirian sekolah-sekolah. Semua aktivitas pada khususnya untuk meningkatkan kesadaran politik bagi masyarakat.

Aktivitas politik menjadi sangat intensif pada saat terjadinya persiapan pembentukan Dewan Rakyat. Muncul dua golongan antara lain pro dan kontra (dua aliran) , golongan komunis dan sosialis merupakan golongan ekstrim kiri yang bersifat radikal. Sementara itu , golongan Budi Utomo merupakan kumpulan kaum moderat dan golongan Sarekat Islam berada di kedua golongan tersebut.

Baca : Faktor Penyebab Kekalahan Blok Sentral Terhadap Sekutu

Dampak PD I Bidang Ekonomi di Indonesia

Dampak Perang Dunia 1 di Indonesia di bidang ekonomi cukup dirasakan mengalami kemajuan. Pemerintah Hindia Belanda berhasil menguasai daerah-daerah lain di luar Jawa. Daerah tersebut merupakan penghasil minyak bumi yang berada di Sumatera. Selain itu , komoditas utama yang meningkatkan ekonomi khususnya di pulau jawa meliputi karet , kopi , kayu , teh , gula dan tembakau.
Kemajuan ekonomi tidak berlangsung lama , sebab muncul permasalahan baru akibat bergesernya kegiatan ekonomi ke daerah diluar Pulau Jawa. Masalah yang muncul yaitu mengenai kesejahteraan rakyat dan mengenai tuntutan terhadap ‘hutang kehormatan’ di Jawa. Pertumbuhan ekonomi hanya berkaitan dengan bidang infrastruktur saja misalnya perluasan jaringan trem dan kereta api.

Baca juga: Kondisi Ekonomi Indonesia Awal Kemerdekaan