35 Tarian Daerah Terbaik Dari Properti & Maknanya

Tarian Daerah

Budaya Indonesia begitu kaya dan beragam. Hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki tarian daerah masing-masing yang indah dan unik.

Kekayaan tarian tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat Indonesia untuk mempertahankan budaya. Jangan sampai tarian tradisional hilang karena tergerus oleh waktu.

Karena itu kamu harus tahu apa saja tarian daerah yang ada di Indonesia. Tarian daerah yang sangat menghibur ketika disaksikan, ternyata memiliki filosofi dan latar belakang tersendiri, lho.
Tarian Daerah di Indonesia dan Asalnya

Nah, artikel kali ini akan mengulas tentang tari-tarian daerah paling populer di Indonesia beserta provinsi asalnya. Yuk, simak daftarnya di bawah ini:

Tarian Daerah di Indonesia dan Asalnya

Artikel kali ini akan mengulas tentang tari-tarian daerah paling populer di Indonesia beserta provinsi asalnya. Yuk, simak daftarnya di bawah ini:

1.Tari Bungong Jeumpa (Aceh)

 

Tari yang satu ini kini cukup populer karena lagunya dinyanyikan pada ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Tari khas Aceh ini memiliki gerakan cukup simpel dengan dilakukan secara bergantian, duduk dan berdiri.

Sambil menari, para penari juga menyanyikan lagu Bungong Jeumpa yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Lagu dan tarian Bungong Jeumpa melambangkan keindahan dan kesuburan tanah Aceh.

Bungong Jeumpa sejatinya adalah bunga yang memiliki beragam warna. Bagi masyarakat Aceh, bunga ini adalah simbol keindahan. Maka, tak heran apabila Toppers akan sering melihat bunga bungong jeumpa di acara tradisional warga Aceh.

Baca: 10 Tari Kreasi Baru Indonesia dan Daerah Asalnya

2.Saman (Aceh)

Mari kita mulai dari daerah paling barat di Indonesia, Aceh. Salah satu tarian daerah paling populer di Daerah Istimewa Aceh adalah tari saman. Tidak hanya populer di dalam negeri, tari saman juga dikenal di mancanegara. Tidak jarang, tarian yang biasanya dilakukan orang banyak penari sekaligus ini dipertunjukkan dalam event kebudayaan di luar negeri.

Bahkan, UNESCO, organisasi kelimuan, pendidikan dan kebudayaan yang bernaung di bawah PBB, memasukkan tari saman dalam daftar warisan budaya yang memerlukan perlindungan mendesak dari Badan PBB Urusan Pendidikan, Sains dan Kebudayaan.

Gerakan tari saman cukup sulit dilakukan karena membutuhkan kecepatan, akurasi dan kekompakan.

Untuk bisa menarikannya, suatu kelompok penari saman bisa berlatih selama berminggu-minggu bahkan berbulan bulan.

3.Tari Cokek (Betawi, DKI Jakarta)

Tari cokek adalah tarian akulturasi antara budaya Betawi, Cina dan Banten. Suku Betawi yang tinggal di sekitar Jakarta atau ibukota dari Indonesia sejak dulu, sangat mudah untuk berinteraksi dengan suku atau bangsa lain.

Karena itulah, seiring berjalannya waktu, kesenian Betawi pun berkembang dan bercampur padu dengan kesenian lain. Salah satunya tari Cokek ini, nama Cokek berasal dari Bahasa Hokkian “chiou-khek” yang berarti menyanyikan lagu.

Tarian cokek ini biasa dimainkan pada saat ada pertunjukan atau pesta hiburan. Penari Cokek menunjukan kemampuannya sambil menyanyi diiringi oleh alunan musik Gambang Kromong. Gerakan tarian ini layaknya beradu bokong atau banyak yang menggoyangkan pinggul.

4.Tari Remo (Jombang, Jawa Timur)

Tari Remo atau Reyoge Cak Mo berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tarian ini biasa ditampilkan saat penyambutan tamu yang diiringi oleh gamelan. Sejatinya, tarian ini dibawakan oleh penari pria, tapi sebagai usaha pelestarian, penari wanita pun dapat menari tarian Remo.

Tari Remo membutuhkan sisi maskulinitas untuk menjadi lakon penari. Pertunjukan Tari Remo memang ingin menampilkan kisah pangeran yang sedang berjuang dalam sebuah medan pertempuran.

Ciri khas utama dari tarian ini adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Didukung dengan lonceng-lonceng di area pergelangan kaki, sehingga akan berbunyi jika penari melangkah di panggung.

Baca: Tari Remo, Tari Asal Jombang yang Mendunia

5.Tari Legong (Bali)

Tari Legong adalah tarian klasik Bali yang telah ada sejak abad ke-19. Konon, Tari Legong terinspirasi dari mimpi seorang Pangeran yang sedang sakit lalu bertemu dengan dua gadis menari diiringi oleh alunan gamelan.

Tari Legong memiliki gerakan yang cukup kompleks dan terikat dengan tabuhan gamelan. Alat musik yang mengiringi Tari Legong namanya Gamelan Semar Pagulingan. Hingga kini di Bali memiliki berbagai macam Tari Legong, khususnya di Bali Selatan.

Adapun Tari Legong yang cukup populer adalah Legong Lasem (Kraton) yang dimainkan oleh dua orang legong dan seorang condong. Selain ini, ada Tari Legong Jobog, Ledog Bawa, Kuntul, Sudarsana, Smaradahana dan lain-lain.

6.Tari Piring (Minangkabau)

Dari Barat Pulau Sumatra, tepatnya di Minangkabau, terdapat tari piring yang punya gerakan indah dan kaya makna. Tari piring merupakan simbolisasi dari pemberian persembahan kepada sang pencipta atas keberhasilan panen.

Namun, di masa sekarang tari piring sudah dipertunjukkan secara bebas dalam berbagai perayaan. Tari piring biasanya ditampilkan oleh 3 hingga 5 penari yang memegang dua hingga tiga piring dalam tangannya dan gelang lonceng kecil yang diikat pada kaki penari.

Tarian luwes dan indah ini biasanya diiringi oleh alunan alat musik tradisional Minangkabau yakni bong dan saluang.

7. Tari Sekapur Sirih (Jambi)

Tari Sekapur Sirih adalah tarian penyambut tamu di Provinsi Jambi yang diiringi musik langgam melayu. Seorang seniman bernama Firdaus Chatap menciptakan tarian ini yang diperkenalkan pada tahun 1962.

Tarian Sekapur Sirih biasanya dilakukan sembilan orang penari perempuan dan tiga penari laki-laki. Satu penari laki-laki akan membawa payung, dan dua lainnya berperan sebagai pengawal.

Penari perempuan akan menari layaknya memvisualisasikan gadis berdandan. Ini tercerminkan melalui gerakan awal tarian ini, perempuan berdandan supaya indah lalu mereka akan bertemu tamu. Gerakan inti dan akhir mereka akan menerima tamu dengan suguhan kapur dan sirih.

8. Tari Ronggeng Blantek (Betawi)

Etnis Betawi juga memiliki beragam tarian daerah yang populer sejak zaman kolonial Belanda. Salah satu tarian daerah yang terkenal adalah Ronggeng Blantek.

Tarian yang memiliki tempo cepat dan gerakan enerjik ini awalnya ditampilkan sebagai pembuka teater rakyat Betawi, Topeng Blantek.

Tarian yang ditarikan oleh penari perempuan ini biasanya dipertunjukkan dengan iringan alat musik populer Betawi seperti terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

9. Tari Topeng (Cirebon)

Tari topeng merupakan tarian daerah Cirebon yang sangat populer di semua kalangan, baik kalangan kraton maupun masyarakat jelata. Saking populernya, Sunan Gunung Jati menggunakan tarian ini sebagai media dakwah saat menyebarkan agama Islam di Jawa Barat.

Para penari topeng biasanya mengenakan 5 jenis topeng yang berbeda-beda. Tiap topeng memiliki nama dan wataknya masing masing. Topeng panji, contohnya, menyimbolkan bayi yang masih bersih dari dosa, sedangkan topeng pamindo merupakan kesatria, sementara topeng patih menggambarkan kedewasaan.

10. Tari Serimpi (Yogyakarta)

Sama seperti bedhaya, pada awalnya tari serimpi merupakan tari yang haya dipentaskan di keraton saja. Tarian ini konon dipentaskan ketika ada peristiwa penting dalam keraton seperti pergantian pejabat tinggi.

Tari serimpi sendiri banyak jenisnya, Toppers. Contohnya, serimpi genjung, serimpi babul layar, serimpi bondan, serimpi anglir mendung dan serimpi dhempel. Biasanya, tarian ini dimainkan oleh empat penari yang melambangkan api, air, angin dan tanah dan berpakaian layaknya putri keraton.

11. Tari Bedhaya (Yogyakarta)

Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan tarian daerah. Salah satu tarian daerah yang populer adalah tari bedhaya. Tarian yang biasanya ditampilkan oleh penari perempuan ini dulunya dipertunjukkan untuk kalangan keraton saja.

Tarian ini bercerita tentang sosok spiritual yang diyakini sebagai penguasa dunia kebatinan di pantai utara Jawa, Nyi Roro Kidul.

Tari Bedhaya banyak menampilkan gerakan gerakan-gerakan gemulai bertempo lambat. Bedhaya Ketawang dimainkan dengan diiringi perangkat gamelan lengkap.

12. Tari Reog (Ponorogo)

Tari reog adalah salah satu tarian daerah asli Ponorogo, Jawa Timur, yang telah mendunia. Tarian tradisional ini dimainkan oleh sejumlah pria yang menggunakan topeng kepala singa bermahkotakan bulu-bulu merak. Berat topeng besar ini bisa mencapai 50 kilogram, lho Toppers.

Tari tradisional ini konon diciptakan oleh Ki Ageng Kutu, seorang abdi raja Majapahit terakhir, Bra Kertabumi. Ki Ageng Kutu yang kemudian memberontak pada rajanya tersebut menggunakan tarian ini sebagai sindiran bagi sang raja yang dianggapnya korup dan berada di bawah pengaruh Cina.

Hal ini diperlihatkan lewat properti singa barong yang merepresentasikan sang raja dan bulu-bulu merak di atas kepalanya yang melambangkan pengaruh Cina.

13. Tari Jaran Kepang (Ponorogo)

Tarian daerah ini merupakan bagian dari tari reog yang sudah kita bahas di atas. Tari jaran kepang merupakan jenis tarian yang tersebar di sejumlah wilayah di pulau Jawa. Ada yang menyebutnya tari kuda lumping atau tari jatilan.

Tarian yang menggunakan anyaman bambu dan kulit binatang yang berbentuk seperti kuda ini menceritakan tentang para prajurit Majapahit yang gagah berani.

Salah satu keunikan dari tarian ini adalah para pemainnya yang bisa mengalami trance (kesurupan) dan melakukan tindakan berbahaya seperti memakan potongan kaca atau mengupas kelapa menggunakan gigi.

14. Tari Gambyong (Solo)

Dari Jawa tengah, tepatnya di Kota Solo, terdapat tarian daerah yang sudah dikenal sejak zaman raja-raja Jawa kuno yakni tari gambyong. Pada perkembangannya, tarian ini terus berkembang dengan koreografi yang bermacam-macam. Tarian ini sebenarnya berakar dari tayub, sebuah tarian rakyat yang biasa dimainkan ketika pesta panen.

Namun, pihak kraton membawa tarian ini dan mengembangkannya menjadi tarian yang luwes dan penuh dengan gerakan indah yang sanggup membius mata.

Baca:

15. Tari Jaipong (Karawang)

Di antara tarian daerah yang ada di daftar ini, Jaipong merupakan tarian yang muncul di era yang relatif lebih modern. Tepatnya, Jaipong muncul pada tahun 1976. Tarian yang gerakannya menggabungkan unsur silat, wayang golek dan ketuk tilu ini diciptakan oleh seniman Jawa Barat, H. Suanda dan Gugum Gumbira.

Saat ditarikan, Jaipong biasanya diiringi oleh musik Jaipongan yang terdiri dari gong, kecapi, gendang dan rebab.

16. Tari Lilin (Minangkabau)

Selain tari piring, dari Minangkabau juga ada tari lilin. Tarian ini biasanya dilakukan untuk menyambut malam ke-21 di bulan Ramadan. Ketika itu, penari akan berpasangan perempuan dan laki-laki, kemudian mereka menari membawa lilin menyala di atas piring kecil.

Tarian Lilin terinspirasi dari cerita rakyat Minangkabau tentang seorang gadis yang ditinggal oleh tunangannya. Gadis tersebut juga kehilangan cincin pertunangannya, lantas ia mencarinya kemana-mana hingga larut malam menggunakan lilin yang ditaruh di atas piring.