Indeks Harga

Pengertian Index Harga

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata harga. Harga dapat diartikan sebagai  jumlah uang (atau alat tukar lain) yang harus dibayarkan untuk produk ataupun jasa. Harga juga dapat berarti nilai dari sebuah barang ataupun jasa. Ketika kita mengunjungi sebuah toko pasti setiap barang yang dijual memiliki harga masing-masing. Namun, harga tersebut pastinya tidak selalu sama dari waktu ke waktu.

Harga barang atau jasa “A” pada hari ini belum tentu sama dengan harga di masa depan ataupun masa lalu. Perubahan-perubahan harga ini kemudian dicatat serta dihitung rata-ratanya dan disebut sebagai Indeks Harga. Indeks harga nantinya digunakan sebagai sebuah alat ukur serta petunjuk bagi perekonomian negara. Pencatatan data dari Indeks harga di Indonesia sendiri dilakukan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS.

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnnya:

Bank: Pengertian & Fungsi

Sistem Pembayaran

Tujuan Perhitungan Indeks Harga

  1. Petunjuk dalam pengambilan keputusan serta kebijakan baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah.
  2. Sebagai alat ukur dalam melihat dan mengukur tingkat ekonomi pada satu masa ke masa lain.
  3. Mengukur tingkat inflasi sebuah negara.

Macam-macam Indeks Harga

Terdapat 4 macam-macam indeks harga. Berikut penjelasannya:

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen mencatat, mengukur, serta menghitung harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu periode tertentu. Barang-barang serta jasa yang dianggap merepresentasikan belanja rumah tannga tersebut kemudian dihitung rata-ratanya. Di Indonesia, barang-barang yang dijadikan sampel dalam penghitungan IHK dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu:

  • Bahan Makanan (Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau)
  • Perumahan
  • Sandang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Rekreasi dan Olahraga
  • Transpor dan Komunikasi

IHK sendiri dihitung menggunakan rumus:

rumus indeks harga konsumen

Contoh: Harga barang A pada tahun 2016 adalah Rp 12.000, sedangkan pada tahun dasar harga barang tersebut adalah Rp 10.500. Maka IHK pada tahun 2016 adalah:

IHK_{2016} = \frac{12.000}{10.500} \times 100 = 114,2

Dari hasil perhitungan tersebut, ada kenaikan IHK pada tahun 2016 sebesar 14,2% dari harga pada tahun dasar (114,2 – 100).

Penghitungan Indeks Harga Konsumen kemudian akan digunakan untuk:

  • Mengetahui perubahan harga dari sekelompok barang dan jasa yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat.
  • Sebagai pengukur tingkat kenaikan inflasi atau deflasi.
  • Menghitung indeks upah serta tunjangan gaji pegawai.
  • Penyesuaian nilai kontrak.
  • Penentuan Target Inflasi
  • Penentuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
  • Variabel pembagi pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
  • Proyeksi perubahan biaya hidup
  • Serta indikator dini untuk tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.

Untuk menghitung tingkat inflasi menggunakan IHK, rumus yang dapat digunakan adalah: