Nasib Tragis Penjaga Terakhir Soekarno

Gugurnya sejumlah perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat (AD) dalam peristiwa G30S/PKI membuat stabilitas keamanan di Indonesia terguncang. Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengamanan Presiden Soekarno dianggap sebagai kelompok yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa tersebut.

Satu persatu anggota Resimen Tjakrabirawa ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena diduga terlibat dalam gerakan makar. Dari sekian banyak anggota Resimen Tjakrabirawa yang ditangkap, salah satunya adalah Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa Kolonel CPM Maulwi Saelan.

Baca: Gusti Nurul, Wanita yang Menolak Lamaran Presiden Soekarno, Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Posisinya sebagai orang yang berada di ring 1 Presiden membuatnya dianggap sebagai bagian dari gerakan tersebut. Pria kelahiran Makassar, 8 Agustus 1926 ini pun ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Budi Utomo, Jakarta.

Sebelum mendekam di balik jeruji besi, Maulwi mengaku sempat beberapa kali diinterogasi. Bahkan, meski telah ditahan dan dipenjara, Maulwi tetap diinterogasi petugas untuk dimintai keterangan dalam peristiwa itu.

Meski telah berkali-kali menyangkal terlibat dalam gerakan tersebut, namun hal itu tidak membuat Maulwi bebas. Mantan kiper legenda Timnas Indonesia di Olimpiade Melbourne, Australia 1956 ini tetap ditahan. Bahkan, Maulwi harus berpindah-pindah dari satu penjara ke penjara lainnya.

Dari penjara Budi Utomo, Maulwi kemudian dipindah ke penjara Salemba, Jakarta Pusat. Di penjara itu, Maulwi ditempatkan di sebuah ruangan kecil yang sangat kotor.

Tragisnya, Maulwi hanya mendapatkan jatah makan sedikit dengan kondisi yang sangat buruk. Ruang tempat Maulwi ditahan berada di pojok. Pintu besi berlapis baja dan penjagaan yang ketat membuatnya tidak mungkin bisa lolos.

Baca: Hubungan Kennedy dan Soekarno Indonesia

Di penjara itu, Maulwi tidak boleh berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan, buang air juga terpaksa dilakukan Maulwi di ruangannya. Kondisi ini membuat Maulwi tidak doyan makan.

Tidak hanya itu, untuk menjatuhkan morilnya, Maulwi sempat masukkan ke dalam ruang tahanan yang berisi para penjahat kriminal. Sebelum akhirnya dipindah ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nirbaya.