Tanpa Tangan dan Nisan, Akhir Hidup Che Guevara Dieksekusi Tentara Bolivia

Pasukan Bolivia yang didukung militer AS menangkap Guevara pada 8 Oktober saat memerangi gerilyawannya di Bolivia dan mengeksekusinya keesokan harinya. Tangannya dipotong sebagai bukti kematian dan tubuhnya dimakamkan di kuburan tanpa nisan alias tak bertanda.

Pada tahun 1997, jenazah Guevara ditemukan dan dikirim kembali ke Kuba, di mana ia dimakamkan kembali dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Fidel Castro dan ribuan warga Kuba.

Che Guevara yang memiliki nama lengkap Ernesto Rafael Guevara de la Serna lahir dari keluarga kaya di Argentina pada tahun 1928.

Saat menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Buenos Aires, ia mengambil cuti untuk berkeliling Amerika Selatan dengan sepeda motor. Selama perjalanannya tersebut, dia menyaksikan adanya kemiskinan dan penindasan kelas bawah.

Baca: Foto Ikonik Che Guevara Pertama Kali Dipotret

Kemudian, ia menerima gelar kedokteran pada tahun 1953 dan melanjutkan perjalanannya ke seluruh Amerika Latin hingga terlibat dengan organisasi sayap kiri.

Pada pertengahan 1950-an, Guevara bertemu dengan Fidel Castro dan kelompok revolusioner pengasingannya di Meksiko.

Guevara memainkan peran kunci dalam perebutan kekuasaan Castro dari diktator Kuba Fulgencio Batista pada tahun 1959 dan kemudian menjabat sebagai tangan kanan Castro dan menteri industri. Guevara sangat menentang dominasi AS di Amerika Latin dan menganjurkan revolusi berbasis petani untuk memerangi ketidakadilan sosial di negara-negara Dunia Ketiga.